Slider Widget

Ads Here

Saturday, June 27, 2020

Fungsi Crushing and Screening Plants (stationary) oleh - excavatorminidoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatorminidoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Fungsi Crushing and Screening Plants (stationary) oleh - excavatorminidoosan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Crushing and screening plant adalah merupakan alat untuk memecah batu yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Alat ini digerakkan dengan tenaga listrik yang memerlukan Genset atau Listrik PLN. Mesin dapat memecah beberapa jenis batu mulai dari yang sedang sampai yang keras. Ukuran batu yang dapat dipecah oleh Jaw Crusher, type sedang mempuyai ukuran diameter sekitar 30 s/d 60 cm untuk jenis crushing portable dan dapat menghasilkan batu belah dengan ukuran yang kita inginkan untuk pekerjaan jalan atau untuk pekerjaan concreting.

Fungsi Crushing and Screening Plants (stationary)
Contoh Ukuran hasil crushing yang paling umum, adalah :
  1. 0 mm â€" 5 mm â€"â€"â€" pasir
  2. 5 mm â€" 10 mm â€"â€"â€" split
  3. 10 mm â€" 20 mm â€"â€"â€" split
  4. 20 mm â€" 40 mm â€"â€"â€" split
Crushing plant yang terbanyak dipakai pada pekerjaan konstruksi dengan kapasitas : 30-150 ton/jam.

Metode Kerja

Metode Kerja Crushing and Screening Plants (stationary)
Unit Crushing and Screening plant (pemecah batu) pada gambar metode kerja, diatas menunjukan proses pembuatan 4 jenis kerikil dari batu belah sampai split siap pakai.

(1) Bak penampung batu yang akan di pecah (feed hopper) di isi batu belah.
(2) Dibawah bak penampung batu yang akan dipecah adalah mesin pengumpan material (material feeder). Dengan mesin pengumpan material ini, batu belah dari feed hopper masuk ke mesin pemecah pertama.

(3) Mesin pemecah pertama (primary crusher) mempergunakan mesin pemecah sistem rahang (jawcrusher). Kerikil yang keluar dari mesin pemecah pertama ini ukuran yang paling banyak dipilih adalah 0-75 sampai 0-150mm seluruh kerikil 0-75 sampai 0-150mm ini disalurkan kemesin penyaring batu bergetar (vibrating screen).

(4) via 1 (satu) buah ban berjalan (belt conveyor), dari mesin penyaring kerikil (4) ini menghasilkan 4 ukuran kerikil via 4 buah ban berjalan (belt conveyor).

(5-5C) yang paling umum adalah ukuran 0-5mm, 5-10mm, 10-20mm dan 20-30/40mm. Ukuran kerikil yang melebihi 30/40mm disalurkan kebagian mesin pemecah kedua via belt conveyor, jenis mesin pemecah kedua ini, yang umum adalah type Fine Jaw Crusher, Cone Crusher dan Impact Crusher.
(6 dan 7) masing-masing type mesin pemecah kedua mempunyai keunggulan tersendiri. Dari mesin pemecah kedua ini hasil produksinya disalurkan kembali ke mesin penyaring kerikil/vibrating screen (4) melalui ban berjalan.

Demikianlah metode kerja 1 unit mesin pemecah batu secara ringkas.

Referensi Konfigurasi Chrushing Plant KYC

Referensi Konfigurasi Chrushing Plant KYC

Keterangan Gambar :

  1. Grizzly Feeder;
  2. Jaw Crusher;
  3. Joint Conveyor;
  4. Joint Conveyor
  5. Vibrating Screen;
  6. Cone Crusher;
  7. Return Conveyor.
  8. Return Conveyor
  9. Product Conveyor
  10. Generator Set.

 

spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari, Injector E320d 3264700, 6754-11-3011 injector pc200-8 0445120231, 60100000 Volvo EC210B ECU, Injector sh210-5 8982843930, Injector SK200-8 KOBELCO 970950006353

Itulah tadi informasi mengenai Fungsi Crushing and Screening Plants (stationary) oleh - excavatorminidoosan.xyz dan sekianlah artikel dari kami excavatorminidoosan.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

No comments:

Post a Comment